Showing posts with label non fiksi. Show all posts
Showing posts with label non fiksi. Show all posts

For One More Day - Mitch Albom

For One More Day
Mitch Albom
Hyperion
New York
2006
Inggris
197 halaman
Non fiksi
www.foronemoreday.com


"This is a story about family - to my family, those before me, those after me, and those all around me." -Mitch Albom-

Setelah Tuesdays With Morrie, ini adalah buku kedua Albom yang saya baca. Mitch Albom adalah seorang kolumnis olahraga nomor satu di Amerika, mantan musisi profesional dan pembawa acara sebuah radio di Amrik sana. Selain Tuesdays with Morrie, Albom juga menulis Bo, Fab Five, dan The Five People you meet in Heaven, yang juga telah menjadi Internasional best seller. Well, hanya dua yang telah saya baca dan dari keduanya, saya suka semuanya..

"when a lost loved one appears before you, it 's your brain that fights it, not your heart"


Kali ini, for one more day menceritakan tentang seorang Charles "chick" Benetto, mantan pemain Baseball profesional, dan seorang hantu. Sejak kecil Chick dilatih dengan keras untuk menjadi pemain baseball oleh ayahnya, kerasnya didikan sang ayah, membuat Chick haus akan kasih sayang ayah dan selalu ingin menyenangkan hati ayahnya, sehingga baseball menjadi satu-satunya dunia yang Chick ketahui, karena hanya dengan baseball dia bisa 'berbicara' dengan ayahnya.

" I could still hear his words, forcing my decision: mama's boy or daddy's boy, Chick? What's it gonna be?"


Dan suatu hari, tanpa meninggalkan pesan sepatah pun, ayah Chick pergi begitu saja meninggalkannya, adiknya, dan ibunya. Sejak itu, Chick diam-diam menyalahkan ibunya atas kepergian sang ayah. Semua yang dilakukan ibunya adalah salah di mata Chick, sampai akhirnya sang ibu meninggal, pertemuan terakhir mereka pun diakhiri pertengkaran.

"I hope you never hear those words. Your mom. She died. They are different than other words. They are too big to fit in your ears. They belong to some strange, heavy, powerful language that pounds away at the side of your head, a wrecking ball coming at you again and again, until finally, the words crack a hole large enough to fit inside your brain. And in so doing, they split you apart."


For one more day, menceritakan tentang kesempatan kedua, a second chance. - if you had the chance, just one chance, to go back and fix what you did wrong in life, would you take it?- kali ini Chick, entah dalam alam sadarnya atau dalam alam mimpinya mendapatkan kesempatan itu, memperbaiki kesalahan-kesalahan yang telah dilakukan terhadap hidupnya, terhadap ibunya. Seorang ibu yang berjuta-juta kali berkorban untuk mendukungnya…

"Have you ever dreamt of someone who's gone, Charley, but in the dream you have a new conversation? The world you enter then is not so far from the world I'm in now"



Sekali lagi, Mitch berhasil membuat saya ikut hanyut dalam dunia keputus -asaan Chick, tersentuh, terharu dan tersedu-sedu. Kisah nyata yang sederhana namun tidak biasa, karena tidak semua orang bisa memiliki kesempatan kedua...

"...and I realized when you look at your mother, you are looking at the purest love will ever know"



bintang empat setengah

How To Be Idle - Tom Hodgkinson

How To Be Idle
Tom Hodgkinson
Penguin Group
England
Inggris
285 halaman
2004













Doing nothing, however, is hard work, as Oscar Wilde pointed out


Bukan 'bagaimana menjadi idola' tetapi 'bagaimana menjadi pemalas'. Di awali dengan chapter '8 am waking up is hard to do' buku ini ditulis oleh Tom Hodgkinson bukanlah hanya untuk main-main semata. Melainkan memiliki tujuan untuk menyerang budaya kerja di dunia barat yang seolah tak kenal lelah sehingga memperbudak, mendemoralisasi dan membuat banyak orang menjadi depresi. Oleh karena itu melalui buku ini Hodgkinson ingin mengajak pembacanya untuk merayakan kemalasan sekaligus mengajak dunia untuk bermalas-malasan.

Being idle is about being free, and not just being free to choose between Mc Donald's and Burger King or Volvo and Saab. It is about being free to live the lives we want to lead, free from bosses, wages, commuting, consuming and debt. Being idle is about fun, pleasure and joy.


Buku ini tersusun menarik, dengan sampul hard cover dan chapter yang diawali dengan tanda waktu, misalnya chapter satu, '8 a.m.:waking up is Hard to Do' sampai chapter akhir '7 a.m.: A Waking Dream'. Setiap chapter selalu diawali dengan sebait puisi-puisi ternama yang menggambarkan dan mendukung gerakan kemalasan ini. Saya pun bingung mengkategorikan buku ini, apakah termasuk pada satu buku psikologi populer? Ataukah buku kumpulan puisi? Karena banyak sekali puisi di dalamnya, puisi-puisi yang mendukung teori kemalasan tentunya.

Saya sendiri, tidak perlu buku ini sudah menjadi pemalas, apalagi setelah membaca buku ini pasti akan membenarkan kemalasan saya selama ini, namun tidak begitu maksud buku ini. Malas yang dimaksudkan oleh Hodgkinson adalah malas untuk hidup selamanya menjadi boneka orang lain, melainkan menjadi seseorang yang bebas, bebas melakukan apa saja apa yang diinginkan, bekerja tetap produktif tapi dengan pekerjaan disukainya tanpa harus diperintah atau menjadi boneka orang lain. Contoh pekerjaan malas-malasan yang justeru mendatangkan kesuksesan besar adalah JK Rowling, dia sedang melamun di kereta kemudian menemukan ide untuk menulis cerita Harry Potter. Kerja keras Rowling menciptakan Harry Potter dilakukan dengan senang hati, itulah maksud Idler sebenarnya dalam buku ini.

Tom Hodgkinson adalah seorang idler, juga seorang editor di sebuah majalah, masih sering menulis artikel sesering ia pergi ke pesta, lahir tahun 1968, menemukan teori idler di tahun 1993 dan sekarang tinggal di Devon.

I have a dream. It is called love, anarchy, freedom. It is called being idle.



Image hosted by Photobucket.com

Mengapa Jarum Jam Bergerak Ke Kanan? - David Feldman


Mengapa Jarum Jam Bergerak Ke Kanan? Dan mengapa-mengapa lainnya
David Feldman
Alih Bahasa: Alex Tri Kantjono
PT Gramedia Pustaka Utama
Non fiksi
Jakarta 2006
Xx+216 halaman



Jawabnya, Henry Fried, salah seorang horologis terkemuka di amrik sono menjelaskan bahwa sebelum jam ditemukan, kita menggunakan jam matahari. Di belahan bumi utara, bayangan berputar ke arah yang kini kita sebut "searah jarum jam". Jarum jam dibuat bergerak menirukan gerakan bayangan matahari. Apabila jam ditemukan di belahan selatan, kemungkinan yang disebut dengan searah jarum jam adalah arah kebalikan yang sekarang.

Pertanyaan dalam judul buku ini oleh penulis disebut sebagai imponderable. Imponderable adalah misteri-misteri dalam hidup sehari-hari yang dianggap tidak terlalu penting, sampai kita bersilang jalan dengan salah satu misteri hidup tersebut dan kemudian mempertanyakannya, selanjutnya misteri tersebut mengganggu pikiran, bahkan menggerogoti pikiran seperti rayap. Dan imponderable yang sulit dijawab, penulis menamakannya Frustating Imponderables atau Frustables.

Sesuai dengan judul aslinya," Why Do Clocks Run Clockwise and Other Imponderables" buku ini berisi berbagai macam imponderabel yang dikumpulkan dan dijawab oleh penulis. Sebenarnya buku ini mirip dengan buku tulisan Billy Goldberg, M.D & Mark Leyner berjudul Why Do Men Have Nipples? Hundreds of Questions You'd Only Ask a Doctor After Your Third Martini yang pernah saya baca sebelumnya. Bahkan dialih bahasakan oleh penerjemah yang sama. Setelah saya baca dan hitung terdapat 149 imponderabel dan 10 frustable. Beberapa imponderable yang menurut saya menarik adalah,


"mengapa papan-angka telepon susunannya berbeda dari susunan papan angka-kalkulator?

"mengapa listrik didistribusikan sebagai arus bolak-balik, bukan searah?

"Ketika lubang di jalan terbentuk, mengapa kita tidak melihat rontokan semen atau aspalnya?

"mengapa semua hukuman mati di Amerika Serikat dilaksanakan antara tengah malam dan pukul tujuh pagi?

"Mengapa semua tempat prkatik dokter gigi baunya sama?

"Siapakah Emmy sampai-sampai ada penghargaan yang disebut Emmy Award?

"Mengapa anjing tidak menderita laringitis, nyeri tenggorokan, perubahan suara, atau serak sesudah menggonggong terus-terusan?

"Apakah sentakan-sentakan yang kadang-kadang membangunkan kita tepat ketika hampir terlelap?

" mengapa pelaut mengenakan celana yang pipanya melebar ke bawah?

"mengapa keluarga kerajaan sering disebut berdarah biru?

"Mengapa orang kebal terhadap bau badan sendiri?

"mengapa teriris kertas lebih sakit daripada teriris pisau?

"mengapa lampu lalu lintas menggunakan warna merah, kuning, dan hijau? Mengapa lampu merah paling atas, hijau paling bawah, dan kuning di tengah?

"apakah fungsi gigi bungsu?

"mengapa kota kuno terkubur berlapis-lapis?dan darimana asal tanah untuk menguburnya?


Dan imponderabel yang paling menarik ,menurut saya adalah


"mengapa pemadam kebakaran AS memiliki anjing dalmatian?


Jawabnya? Hmm…baca saja sendiri bukunya, =D


Sebetulnya, imponderabel yang ada kebanyakan diambil dari kehidupan sehari-hari di AS, jadi kadang kurang mengerti maksudnya. Tapi buat saya pribadi, tidak ada bacaan yang tidak bermanfaat apalagi buku ini.


Image hosted by Photobucket.com

Saya Terbakar Amarah Sendirian-Andre Vltchek & Rossie Indira


Saya Terbakar Amarah Sendirian
Pramoedya Ananta Toer dalam perbincangan dengan Andre Vltchek & Rossie Indira
Andre Vltchek dan Rossie Indira
KPG
Cetakan Pertama, Januari 2006
Bahasa
131 halaman
Soft Cover

Jawanisme adalah taat dan setiap kepada atasan, yang pada akhirnya menjurus kepada fasisme. Kita namakan fasisme jawa saja ya, dan sistem ini tumbuh dan berkembang dengan sangat subur pada masa Soeharto’

‘Bukan, saya bukan Marxis, tapi “Pramis” (tertawa). Saya tidak pernah menganut suatu ajaran apapun, saya hanya mengikuti ajaran saya sendiri. Belajar dari pengalaman hidup sendiri. Tapi saya percaya pada keadilan dan kesetaraan sosial’





Pramis! Sungguh suatu ajaran yang tidak biasa, kontroversial untuk pemikiran saya. Ketidaksukaan Pram akan jawanisme-walau Pram orang jawa-budaya yang menganut paham ‘apa kata’ atasan. Indonesia yang tidak memiliki budaya tradisional. Dan kekecewaannya terhadap tuhan membuat Pram tidak percaya lagi akan Tuhan, penderitaannya selama menjadi tapol. Semua tertuang dengan gamblang, lugas, tanpa tedeng aling-aling oleh bung Pram sendiri di buku ini.

‘kebudayaan Indonesia yang kaya? Omong kosong, saya tidak setuju! Kebudayaan Indonesia sangatlah miskin. Mana yang disebut budaya Indonesia? Budaya Indonesia yang sebenarnya belum lahir’

‘menurut saya, agama hanya mengajarkan orang untuk mengemis, karena berdoa kan sama saja dengan mengemis, tapi mungkin akan banyak orang yang tersinggung dengan pandangan saya ini’

Ditulis oleh Andre Vltchek, orang Amerika, penulis, analis politik dan pembuat film asal amerika, dan Rossie Indira, seorang arsitek yang juga seorang penulis di harian The Jakarta Post dan Gatra.
Buku ini hampir menguak semua misteri yang terjadi di tahun 1965 dan menjawab semua pertanyaan yang ada dipikiran saya tentang kisah penulis terbesar Indonesia, Bung Pram, tetapi juga sekaligus menimbulkan pertanyaan baru yang ingin saya tanyakan pada beliau, hanya sayang...banyak sayang...

‘ sampai sekarang, setiap malam mimpi saya buruk terus. Saya akan sangat senang kalau semalam saja tidak mimpi buruk. Mimpi buruk ini bisa dalam berbagai bentuk. Kadang saya sedang diuber-uber militer, kadang saya sedang dianiaya. Bentuk mimpi yang tidak terlalu buruk adalah dalam bentuk kerja paksa. Tapi semua ini tidak pernah hilang’

Sungguh memilukan kisahnya, pantas saja Bung Pram memiliki hobi membakar sampah setiap paginya. Buku ini membuka satu lagi mata hati saya.

‘tapi kalau saya berpikir tentang Indonesia, saya merasa kebakaran sendiri, dan hal ini tidak pernah hilang’

Image hosted by Photobucket.com

The Dalai Lama Little Book Of Wisdom - The Dalai Lama


The Dalai Lama Little Book Of Wisdom
His Holiness The Dalai Lama
HarperCollinsPublishers
Inggris
400 halaman
Hard Cover


‘ With the realization of one’s own potential and self-confidence in one’s ability, one can build a better world’


The Dalai Lama Little Book Of Wisdom adalah salah satu bacaan favorit saya. Karena itulah, walaupun sudah lama sekali membaca buku ini, saya ingin sekali menceritakan buku ini di sini.
Sesuai dengan judulnya, buku ini berukuran juga relatif kecil bila dibandingkan dengan buku lain di rak buku saya. Tetapi walau pun kecil sarat sekali dengan pemikiran yang besar. Kecil-kecil cabe rawit.

‘ It must be said that genuine compassion is not like pity or a feeling that others are somehow lower than you. Rather, with genuine compassion you view others as more important than yourself ‘

Terdiri dari sepuluh chapter, yaitu; contentment, joy and living well; facing death and dying; dealing with anger and emotion; giving and receiving; transforming the mind; transforming through altruism; transformation through insight; eight verses of transforming the mind; compassion-the basis for human happiness; dan chapter terakhir, questions and answer.

when we go to hospital, irrespective of the doctor’s quality, if the doctor shows genuine feeling and deep concern for us, and if he or she smiles, then we feel OK. But if the doctor shows little human affection, then even though he or she may be a very great expert, we may feel unsure and nervous. This is human nature’

Chapter kesukaan saya adalah chapter sembilan, apalagi kalau bukan compassion-the basis for human happiness.

Setiap halaman berisi tema yang berbeda-beda, kadang berisikan kalimat panjang, kadang pendek. Kehidupan, kebahagiaan hidup, kematian, kemanusiaan, kemarahan, keikhlasan semua dibahas secara singkat, mengena dan dalam. Bahkan seulas senyum pun mempunyai arti yang mendalam bagi Sang Dalai Lama ini.

‘ The smile is a very important feature of the human face. But because of human intelligence, even that good part of human nature can be used in the wrong way, such as sarcastic smiles or diplomatic smiles, which only serve to create suspicion. I feel that a genuine, affectionate smile is very important in our day-to-day lives. How one creates that smile largely depends on one’s attitude. It is illogical to expect smiles from others if one does not smile oneself. Therefore, one can see that many things depend on one’s own behaviour’

Membaca buku ini tidak pernah bosan, bahkan membaca halaman yang sama berkali-kali juga tidak akan bosan. Karena setiap kali membaca di waktu yang berbeda walau di halaman yang sama, makna yang bisa kita ambil pun bisa berbeda-beda, ajaib kan?!

Image hosted by Photobucket.com

Childtimes: A Three-Generation Memoirs by Eloise Greenfield






Childtimes, A Three Generation Memoir
Eloise Greenfield & Lessie Jones Little
HarperTrophy
Inggris
178 halaman


' We already had enough chores to do, we sure didn't want to do anything twice.'


Akhir-akhir ini, membaca buku benar-benar merupakan suatu kemewahan tersendiri untuk saya, mungkin sampai tiga bulan ke depan. Dengan beberapa deadline dalam keseharian, curi-curi waktu untuk membaca buku pun terjadi. Bagi saya membaca adalah sebuah pelarian yang sempurna dari ke-beribet-an hidup, sangat sempurna.
mulai dari waktu duduk menunggu, di dalam kemacetan lampu merah, sejenak sebelum tidur, bahkan saat duduk di toilet pun saya pergunakan untuk membaca.

Awalnya ingin menyelesaikan Paulo Coelho tetapi malah membaca ChildTimes, yang memang terlebih dahulu saya miliki. Buku ini saya beli di sebuah bazar buku bekas di Bandung. Seperti biasa untuk memutuskan membeli sebuah buku, saya harus terlebih dahulu jatuh cinta terhadap potongan kalimat yang terdapat dalam buku tersebut. Kali ini kalimat tersebut adalah

' People are a part of their time. They are affected, during the time that the live, by the things that happen in their world. Big things and small things.'


Childtimes, bertutur tentang tiga generasi afro amrik, dari zaman perbudakan, transisi dan sekarang. Nenek, ibu dan cucu ini berusaha menggambarkan untaian waktu yang mereka alami, dan bagaimana semuanya membentuk kepribadian mereka. dalam buku ini juga disertakan beberapa dokumentasi foto. menarik melihat perbedaaan latar belakang waktu antara ketiga wanita tersebut dan bagaimana semuanya membantu mereka untuk mengambil keputusan dalam hidupnya. Jadi berpikir dan membuat saya sadar, kalau selama ini saya seringkali menganggap pemikiran ibu atau nenek saya aneh, mungkin memang 'waktu' lah penyebabnya.


' This book is about three children and thei times, the times in which they grew up. It's about how those times were similar and how they were different.'


Image hosted by Photobucket.com

Ugly Duckling, Beautiful swan- Roslina Verauli, M. Psi.


I was an Ugly Duckling, I am A beautiful Swan
Roslina Verauli, M.Psi.
KataKita
Psikologi Populer
147 halaman






"Banyak orang merasa dirinya seperti Ugly Duckling, tidak percaya diri sehingga tidak mudah bergaul dan berkembang. Padahal setiap orang punya kapasitas keangsaan: potensi yang dapat dikembangkan agar bisa mengenali dan menghargai diri sendiri. Jangan biarkan dirimu menjadi Ugly Duckling. Tampillah sebagai Beautiful Swan!"

Terinspirasi oleh kisah Ugly Duckling, sebuah dongen klasik dari Hans Christian Andersen, Roslina,Penulis buku ini ingin membantu bagi mereka yang sering merasa minder karena kekurangan yang ada pada dirinya. Atau, mereka yang ingin membantu orang-orang disekitarnya agar dapat mengatasi masalah-masalah kepribadian yang mereka alami.

Awalnya membaca buku ini, merasa kalau buku ini ditujukan untuk anak remaja, karena semua masalah yang diambil sebagai contoh kebanyakan memang masalah remaja. Menyenangkan pada awalnya, ringan karena semua terasa sangat membumi, memang apa adanya, tetapi semakin menuju halaman akhir, saya semakin sulit mengikutinya, makin terasa berat untuk bisa menyelesaikan buku tipis ini, jadi bertanya, siapa sebenarnya yang diharapkan membaca buku ini oleh Penulis.
Image hosted by Photobucket.com

Romaji Diary And Sad Toys-Takuboku Ishikawa


Romaji Diary And Sad Toys
Takuboku IshikawaTuttle Publishing
279 halaman


"There are two ways of going through the world, only two. One, all or nothing, is to fight against everything. This way means to win or die. The other way means never to win but never to be defeated either. A man who is never defeated has freedom from care. The man who always wins has spirit. And neither one will ver fear anything. But thinking in this way doesn’t make me feel the least bit cheerful, nor does it lift my spirit. It makes me sad"

Romaji Diary and Sad Toys merupakan sebuah buku harian dan kumpulan puisi seorang sastrawan jepang, yang ditulis mulai bulan April-June Rahun 1909. Berisikan tentang keputusasan seorang Takuboku terhadap hidup dan penyakit Tuberculosis yang dideritanya. walaupun bahasa penulisan yang sebenarnya adalah bahasa jepang setelah dialihbahasakan menjadi bahasa inggris,keputusaansaanya yang disebabkan oleh penyakit yang dideritanya terasa banget di puisi puisi yang ditulis, tetapi bagaimanapun menderitanya Takuboku tidak pernah menyerah.

Death! Death!
My Only wish!
What a real putting to death?
wait, merciful gods!
For one moment wait!

Putus asa, semangat hidup dan penderitaan terhadap keadaan yang dialaminya semuanya tergambarkan dengan jelas di semua tulisannya, baik yang berupa tulisan harian maupun Tanka (puisi tradisional jepang).

Not cured
And still not dying
This bitterness more and more each day these last several months!
Image hosted by Photobucket.comImage hosted by Photobucket.comImage hosted by Photobucket.comImage hosted by Photobucket.comImage hosted by Photobucket.com

9 dari 10 Kata Bahasa Indonesia adalah Asing-Alif Danya Munsyi


9 dari 10 Kata Bahasa Indonesia adalah Asing
Alif Danya Munsyi
KPG

163 halaman


"Dari perangai yahudi rentenir itu, turun dalam bahasa Indonesia, dari kata bahasa Betawi, Judes, untuk arti perangai seseorang yang culas, licik, curang, dengki, jahat tidak jujur"


Sebenarnya buku ini bukanlah jenis buku yang akan saya beli ketika melihatnya di sebuah toko buku. Karena itu kalau saya membacanya bukan karena telah membelinya tetapi karena seseorang telah memberikannya sebagai kado.

Dari judulnya mungkin kita sudah bisa menebak kalau kumpulan tulisan di buku ini berisi asal usul kosakata indonesia, yang awal saya bayangkan pastilah sangat njelimet. Tetapi setelah saya baca, ternyata sangat menghibur, pembahasannya sangat khas, segar, istimewa dan bahkan lucu.Misalnya kata judes ternyata berasal dari bahasa Ibrani "judas", atau kue odading dari bandung pun tak disangka-sangka berasal dari bahasa belanda "O, dat ding?", juga dari buku ini akan kita ketahui hubungan antara kata "bangkrut" dangan bangku yang rusak.

Ditulis oleh Alif Danya Munsyi atau lebih kita kenal dengan Remy Sylado dengan nama aslinya Yapi Tambayong, pembahasan asal muasal kosakata indonesia ini menjadi sangat tidak membosankan untuk saya, dan selanjutnya membuat saya menjadi lebih tertarik untuk mengetahui lebih jauh lagi tentang kosakata indonesia, apalagi jika buku itu ditulis oleh seniman multidimensi ini.

Image hosted by Photobucket.comImage hosted by Photobucket.comImage hosted by Photobucket.com

The Good Body-Eve Ensler



The Good Body
Eve Ensler
Random House
95 halaman




..they tell us to eat less, weight less, want more-to have a better bums, bigger breast, better hair, no wrinkles. we wax and pluck and pick and pierce- all in the name of being good..

The Good Body merupakan kumpulan monolog Eve dengan beberapa tokoh perempuan dari Isabella Rosselini sampai seorang wanita tak dikenal dari India bahkan Taliban. mereka membicarakan tubuh mereka, 'how they love their body'. nyatanya sulit sekali menemukan wanita yang mencintai tubuhnya, menerimanya apa adanya.

"It doesn't matter where i've been in the world, whether it's Tehran where women are-smashing and remodelling their noses to looks less Iranian, or in Beijing where they are breaking their legs and adding bone to be taller, or in Dallas where they are surgically whittling their feet in order to fit in to Manolo Blahniks or Jimmy Choos"

sampai akhirnya Leah seorang wanita dari Africa yang mencintai tubuhnya apa adanya,

"Do you say that tree isn't pretty 'cause it doesn't look like that tree? we're all trees. You are a tree. i'm a tree. you've got to love your body, Eve. You've got to love your tree. Love your tree".

Di buku merah setebal 95 halaman ini, Eve Ensler berusaha menceritakan betapa hampir semua wanita terobsesi menjadi secantik Barbie. Di jaman apapun, semua wanita ingin menjadi baik atau 'Good'. tetapi rupanya Good disini adalah menjadi kurus, cantik dan seksi, bagaimanapun caranya. penuturannya ringan, smart dan meaningful, mengalir begitu saja, sampai2 tak terasa sudah halaman akhir. cewek banget. mengajarkan kita bagaimana kita bisa menerima dan mencitai diri sendiri. You've got to love your tree!
Image hosted by Photobucket.comImage hosted by Photobucket.comImage hosted by Photobucket.comImage hosted by Photobucket.comImage hosted by Photobucket.com

the other bookstorian nita# kupunyabuku# chihiro's box# kw# mitora in reviews# alpha# ferina# iboekoe# klub sastra bentang# kobo# h_tanzil# bacaan-ally# evolia# mimimama# pohon kata kata# nita# Bookstores buku kita# kutu buku# kios buku# ini buku# buku bekas#