Showing posts with label fiksi. Show all posts
Showing posts with label fiksi. Show all posts

Recto Verso - Dee


Recto Verso, 11 kisah
Dewi 'Dee' Lestari
Goodfaith Production
Jakarta 2008
148 halaman


Curhat buat sahabat, Malaikat juga tahu, Selamat Ulang Tahun, Aku Ada, Hanya Isyarat, Peluk, Grow a Day Older, Cicak di Dinding, Firasat, Tidur, Back to Heaven's Light. Kesemuanya adalah judul kesebelas kisah dalam Recto Verso.

Istilah Recto Verso sendiri sepertinya saya sudah pernah membacanya tapi lupa, kalau ga salah di buku Dee yang lainnya. Ternyata benar, di supernova. Secara instan dan intuitif Dee memilih judul ini untuk novel yang teranyarnya [ tidak menggunakan kata terakhir karena sangat mengharapkan kehadiran buku Dee yang lainnya]

Recto Verso - pengistilahan untuk dua citra yang seolah terpisah tapi sesungguhnya satu kesatuan, saling melengkapi.

Novel Dee kali ini memiliki paket yang unik dalam cara bertutur mengisahkan kesebelas kisah yang ada, tidak hanya kita bisa membaca untaian barisan huruf yang bercerita namun juga ada sebuah cd lagu yang idealnya ikut kita dengarkan saat membaca kisah kisahnya. Sebenarnya cara seperti ini pernah dilakukan oleh seorang penulis lain. Namun kali ini tentu berbeda, ini Dee, yang kualitas vokal dan musikal nya sudah saya ketahui indah. Tapi sayang sekali sampai detik ini saya belum mendapatkan cd nya.

Mungkin akan kurang sempurna, tapi tetap saja saya terhanyut dalam tulisan Dee walaupun tanpa diiringi musiknya. Sekali lagi saya jatuh cinta pada kisahnya, untaian kata-katanya. Saya sih memang penyuka tulisan Dee sejak Filosofi Kopi yang ringan tapi cerdas, kemudian barulah tertarik untuk membaca supernova yang membuat dahi saya berkerut kerut.

dari kesebelas kisah, semua saya suka, paling suka firasat.. membuat saya hanyut dalam firasat dan ketidakberdayaan yang menyedihkan menyayat hati. Jadi penasaran untuk membacanya sambil mendengarkan lagunya. Sungguh, kali ini Dee bermain dengan kisah cinta, kisah cinta yang beraneka ragam dengan satu titik persamaan, kisah kasih yang tak sampai...


bintang empat setengah

Accidentally engaged - mary carter





















Accidentally Engaged

Ditodong Tunangan
Mary Carter
Penerjemah: Icha Rahmanti
Gagas Media
Jakarta 2007
Iv + 452 halaman


Bagaimana sih rasanya menjadi seorang peramal? Apalagi jika anggota keluarganya tidak ada yang mempercayai ramalannya, jangankan keluarga, untuk dirinya sendiri pun tidak mampu membaca nasibnya sendiri, karena kalau iya bisa, tentu Clair tidak akan gagal berulang kali dalam penikahannya.


Accidentally Enganged, berkisah tentang Clair, seorang perempuan yang memilih untuk menjadi seorang peramal, dan suatu malam, tiba tiba datanglah seorang klien yang meminta untuk diramal, Rachel. Nah, Rachel meminta Clair agar membacakan nasib pernikahannya nanti, dengan setengah memaksa kalau hasil bacaan ramalan Clair haruslah jelek, sehingga Rachel memiliki alasan untuk bisa meninggalkan tunangannya. Terpaksa menuruti permintaan Rachel, Clair pun memburuk burukan nasib pernikahan Rachel, aneh, si Rachel histeris dan pergi dengan meninggalkan cincin pertunangannya.
Alih alih tulus ingin mengembalikan cincin Rachel pada tunangan Rachel, Jack, dan juga memberitahukan kalau Rachel ingin membatalkan pernikahannya, Clair malah naksir si Jack, toh Rachel sudah membuang jutawan tampan Jack itu, Clair memutuskan untuk menerima undangan Jack untuk tinggal di kastil Jack sebagai "Tunangan Palsunya."
Belum lama memutuskan kalau Jack adalah soulmatenya, muncul lelaki misterius Mike, kali ini saat di dekat Mike, entah kenapa Clair merasakan energi aneh yang tidak pernah dirasakan sebelumnya.

Cerita dengan tema klasik, mencari soulmate, dengan segala praduganya, bahwa terkadang seseorang yang kamu anggap not the one justru dialah the One, atau sebaliknya. Namun, walaupun tidak banyak kejutan dalam cerita dan sedikit ber-alur lamban, cerita Clair cukup menghibur, ringan dan lucu.

Image hosted by Photobucket.com

Travelers' Tale, Belok Kanan: Barcelona - Adhitya Mulya, dkk


Travelers' Tale Belok Kanan : Barcelona
Adhitya Mulya; Alaya Setya; Imam Hidajat; Ninit Yunita
Sebuah Novel
Gagas Media
Jakarta 2007
X+230 halaman; 13 x 19 cm

Adalah Francis, Farah, Jusuf dan Retno. Empat orang yang telah bersahabat sejak sekolah dasar hingga mereka dewasa, bahkan luasnya lautan dan benua pun tidak memutuskan tali persahabatan mereka. Sampai suatu ketika, Francis yang selama ini (dan masih) mencintai Retno tiba-tiba mengirimkan undangan pernikahannya kepada mereka bertiga, undangan pernikahan bukan dengan Retno. Farah yang sejak kecil suka Francis bertekad menghentikan pernikahan itu, Jusuf pun menjadi kalang kabut mendengar Farah, the love of his life, akan ke Barcelona untuk menghentikan pernikahan Francis untuk menyatakan cintanya pada Francis….dan Retno yang baru saja putus dari Jesper, memutuskan untuk datang ke pernikahan Francis, Retno pun ternyata diam-diam menaruh harap pada Francis walaupun telah dua kali menolak cinta Francis. Seperti benang kusut kisah cinta segiempat antara empat sahabat ini menjadi inti cerita dari novel yang memiliki background banyak kota dari banyak negara.

Kisah cintanya boleh kusut, tapi kisah perjalanan keempat tokohnya memberikan suatu petualangan lain yang membuat alur cerita menjadi semakin menarik dan memberikan banyak hal baru buat saya yang belum pernah going abroad sejauh itu. Selain itu, dengan adanya empat penulis, setiap karakter jadi semakin terasa lebih hidup, berbeda satu dengan yang lain, dan favorit saya tentu adalah Si Ucup ganteng yang lucu nan garink, "LOOK! FLYING COW!" hehehe… novel ini lucu, ringan, segar, dan iya memang benar, asyik! Saya suka novel ini.

Image hosted by Photobucket.com

Hello Darkness - Sandra Brown


Hello, Darkness
(Selamat Datang Kegelapan)
Sandra Brown
Novel Dewasa
Alih Bahasa: Monica Dwi Chresnayani
PT. Gramedia Pustaka Utama
Jakarta
2007
648 halaman; 18 cm
Bahasa

Pusing membaca novel The Unbearable Lightness Of being-nya Milan Kundera, saya mengalihkan perhatian pada novel ini. Ini untuk kedua kalinya saya menghentikan membaca Kundera, pertama dengan novel grafis kemarin, sekarang dengan novel dewasa cerita detektip ala Sandra Brown ini.

Dua ratus halaman lebih tebal dari Kundera, buku ini bisa saya selesaikan dalam waktu dua hari, berbeda dengan Kundera, sudah tiga minggu lebih tapi belum juga rampung. [hmm selama itu yaa…]


Alkisah, seorang psikopat yang menamai dirinya dengan sebutan Valentino mengancam seorang penyiar radio wanita ternama yang misterius, Paris Gibson. Isi ancamannya dia akan membunuh kekasihnya dalam waktu 72 jam, dan jika Paris tidak berhasil menyelamatkannya, maka nyawa Paris lah yang akan menjadi sasaran berikutnya.

Ternyata setiap kali saya membaca novel misteri pembunuhan hampir semua tebakan saya mengenai siapa the bad guy nya selalu benar. Apalagi setelah membaca karya tulisan penulis tersebut beberapa kali. Misalnya novel Mary Higgins Clark. Tidak perlu banyak berpikir, cukup mencari seorang tokoh yang alibinya tidak dipertanyakan, tidak punya motif dan yang kesannya sedikit banyak menolong tokoh utamanya, seringkali dialah pembunuh misterius yang dicari-cari. Begitu pun dengan Novel Brown kali ini. Berbeda sekali dengan novel misteri serial Sherlock Holmes, Alfred Hitchcock, dan Agatha Christie.

Tapi cukuplah mengobati kepuyengan saya membaca novel Kundera, ringan dengan alur yang jelas dan mengalir mudah saya ikuti..namun kalau tertarik untuk membaca novel ini, sebaiknya pinjam saja yaa… [yaa kecuali penggila buku seperti saya].

Image hosted by Photobucket.com

Different Ugliness, Different Madness - Marc Males


Different Ugliness, Different Madness
Balada Seorang Penyiar
Marc Males
Sebuah Novel Grafis
PT Gramedia Pustaka Utama
2007
128 halaman, 6.5 mm
Bahasa



Ini adalah novel grafis yang ketiga yang telah saya baca dan ceritakan di sini. Dengan gambar berwarna hitam putih dan klasik, seperti membaca komik-komik Nina jaman dulu (bedanya komik Nina berwarna), novel garfis ini diterjemahkan dari bahasa Prancis. Terasa sekali bedanya, membaca komik barat (eropa dan amrik punya) dengan komik jepang (manga). Manga kita benar-benar dimanjakan dengan ekspresi dan ornamen - ornamen gambar yang mendukung situasi yang terjadi dalam cerita. Dibandingkan dengan manga, novel grafis ini terasa miskin sekali ornamen-ornamen yang mendukung emosi dari cerita, sehingga saya harus bekerja keras untuk tenggelam dalam cerita.

Namun begitu, kesan klasik sangatlah terasa, didukung dengan setting tahun 30an, cerita bergambar ini mengisahkan tentang seorang penyiar yang menghilang dan kemudian menyendiri karena merasa sangatlah buruk rupa, tidak tahan dengan wajahnya sendiri, bahkan dalam rumahnya dengan sengaja tak satupun cermin dipasangnya. Bertemu dengan orang adalah ketakutan terbesar dalam dirinya. Berbeda ketika dia bertemu dengan seorang Helen, yang cantik, namun tenggelam dalam kesedihan kematian saudara kembarnya, Mary, yang kemudian membuat helen seolah memiliki dua kepribadian ganda, mary hidup dalam diri helen. Kesedihan Helen memikat hati si buruk rupa, Llyod Goodman, dan kesedihan Llyoid membuat helen merasa hanyalah Llyoid lah satu-satunya yang bisa mengerti kesedihannya. Kemudian keduanya pun jatuh cinta…

Ya, its another love story. Kisah cinta yang tidak harus memiliki, kisah cinta dengan happy ending yang berbeda. Sedih tapi happy ending dan hmm..kalau boleh saya bilang, cerita yang menyentuh.

Image hosted by Photobucket.com

Shit Happens (gue yang ogah kawin, kok elo yang rese?) - Christian Simamora & Windy Ariestanty

Shit Happens, gue yang ogah kawin, kok elo yang rese?
Christian Simamora dan Windy Ariestanty
GagasMedia
Jakarta
2007
290 halaman
Bahasa
Semacam Novel dewasa








"well, shit happens, but life still must go on, right?"



Tiga orang manusia, Lula, Langit dan Sebastian yang senasib. Sama-sama dikejar-kejar deadline dan pertanyaan, kapan nikah?

Lula si ratu sinis, jurnalis yang merasa cantik desperate cari cowok, karena Rachmat, her university sweetheart mau menikah, menurut Lula dengan menggandeng cowo keren ke acara pernikannya itu bisa menyelamatkan mukanya, tapi saat sang prince charming muncul dan mulai mengajaknya berkomitmen, Lula malah kabuur…

Sebastian, penulis novel teenlit cowo lajang yang meriah. Tidak menyadari kalau dia gay saat Lula menuduhnya Gay, namun berkat sebuah tes dan seorang steve, Seb akhirnya ngaku juga kalau dia sebenarnya uhm…satu selera sama Lula. Memacari seorang cewe supaya bisa sembuh dari penyakitnya…

"..don't stay to much longer in front of one door that already closed. You can't see that the other door has opened for you.."

Langit, seorang editor lajang. Masih belum memutuskan untuk menjadi cowo atau cewe. Tapi setidak pernah menjadi cewe, jatuh cinta dan kemudian dikhianati. Cowonya selingkuh dengan cowo lain..pengalaman bersaing dengan cowo, mungkin itu yang membuat Langit merasa bingung untuk tetap menjadi cewe atau berubah menjadi cowo. Want to have a baby but don’t want a hubby. Tapi justru karakter Langit lah yang saya suka, Langit Unik, tidak biasa, sekaligus biasa disaat bersamaan. Oke, unik di sini bukan berarti tidak keren lho yaa…

Shit happens ceritanya biasa mengalir begitu saja, berubah-ubah sudut pandang cerita membuat kita semakin mudah memahami setiap karakter di dalamnya. Yang saya suka adalah dialognya, gak bosenin, sumtimes bikin tertawa-tawa sendiri.. Tapi, hehe iya ada tapinya. Novel ini bukan teenlit! (siapa juga yang bilang ini teenlit) Bener-bener deh, adegan mesra-mesraan di otak dan dalam cerita sebastian (sesama cowo), sungguh bukan konsumsi buat remaja…..


Image hosted by Photobucket.com

Harry Potter and The Deathly Hallows - J.K. Rowling


Harry Potter and The Deathly Hallows
Joanne Kathleen Rowling
English
Fiction
Bloomsbury
London 2007
Hard Cover, First Edition
607 halaman


Spoiler Alert!!











'there were once three brothers who were traveling along a lonely, winding road at twilight'


Semuanya pergi meninggalkan Harry, kedua orangtuanya, James dan Lily Potter, wali asuhnya, Sirius Black, bahkan Albus Dumbledore, satu-satunya orang yang paling ia kagumi, percayai, hormati dan tempatnya bertumpu dalam menghadapi He-must-not-be-named pun tewas di tangan Severus Snape di seri ke enam Harry Potter. Tinggallah mereka bertiga Harry, Hermione dan Ron. Tanpa petunjuk apapun dan hanya berbekal empat benda peninggalan Albus Dumbledore mereka berusaha mengalahkan The Dark Lord.

Di buku ke tujuh ini petualangan Harry Potter adalah petualangan yang terakhir. Seperti biasa kisah petualangan Harry selalu dipenuhi oleh kejutan-kejutan yang seringkali sulit ditebak, bahkan walaupun sudah membaca kelima buku lainnya plot ceritanya masih sulit ditebak. Banyak kejutan dan jebakan di sana-sini, bahkan saat sudah merasa mengenal satu karakter dengan baik tidak cukup menyimpulkannya di tengah cerita, tapi setelah halaman terakhir dibuku terakhir barulah bisa diambil kesimpulannya yang sebenarnya.

Saya sendiri, sebelum membaca buku terakhir ini, memutuskan untuk tidak membaca buku keenam, dengan alasan tertentu. Tapi rupanya saya terlalu cepat mengambil kesimpulan, atas kematian Dumbledore di buku 6. Kini buku keenam saya putuskan akan saya selesaikan.

Kembali ke buku tujuh, buku ini terdiri dari 36 chapter dan tambahan satu chapter di masa depan. Di chapter-chapter awal, petualangan harry dimulai dengan cukup menegangkan, tetapi saat harry dan kedua orang sahabatnya mengalami keputusasaan dalam menjalankan perintah Dumbledore, alur cerita terasa melamban dan sedikit membosankan, barulah terasa kembali mendebarkan disaat terakhir mereka bertiga kembali ke Hogwarts. Memang alurnya biasa saja, tetapi kejutan-kejutan yang menyertainya-lah yang membuat petualangan Harry ini menjadi tidak biasa. Semua jalinan cerita menunjukkan bahwa Harry Potter bukanlan sebuah cerita yang ditulis dengan asal-asalan. Tetapi dengan penyusunan kerangka pemikiran yang panjang dan matang dengan detil yang sempurna, dan plot yang terencana dengan baik. Setiap kejadian berhubungan dengan kejadian yang lain, benang merah untuk setiap karakter di setiap kejadian begitu kuatnya. Pantas kalau disebut tujuh buku satu cerita.

Soal endingnya, sebagian orang berspekulasi bahwa Harry Potter akan mati, saya karena masih emosi dengan kematian Dumbledore di buku enam, juga berharap demikian. Dan sebagian orang yang begitu mencintai Harry Potter tentu saja berharap sebaliknya, bahkan mereka berkilah, bahwa pembaca buku Harry Potter sebagian besar adalah anak-anak, maka sudah merupakan kewajiban moral bagi JKR untuk memenangkan Harry atas Voldemort, memenangkan kebajikan atas kebatilan. Namun sebagian orang yang manakah yang sepakat dengan JKR? Well, di sinilah kecerdasan JKR teruji dan terbuktikan. Dua pihak berlawanan, menurut saya tidak akan ada yang merasa kecewa atau kedua pihak akan kecewa? Baca sendiri saja deh …

Oke sedikit spoiler, Dumbledore tidaklah semulia yang Harry pikirkan selama ini dan Severus Snape tidaklah sekejam yang Harry pikirkan selama ini..



bintang 4-5

Shopaholic & Baby - Sophie Kinsella


Shopaholic & Baby, Si Gila Belanja Punya Bayi
Sophie Kinsella
Fiksi - Chicklit
Alih Bahasa: Monica Dwi C
PT Gramedia Pustaka Utama
Jakarta, April 2007
Bahasa
536 halaman, 18 cm


Setelah selesai bertualang mencari saudaranya Jess-yang memiliki sifat yang sangat bertolak belakang dengannya- Rebecca Brandon (d. h. Blommwood) atau Becky atau Bex atau si gadis dengan syal Denny and George atau yang pasti sang maestro shopaholic kembali beraksi, kali ini dengan kehamilannya lagi-lagi Bex membuat keributan dan selalu dengan tanpa sengaja semuanya selesai dengan brilliant, catat: tanpa sengaja, lho!

Tentu saja, untuk calon bayinya Bex menginginkan semuanya yang terbaik bagi anaknya nanti. Tentu saja untuk calon bayinya Bex sekali lagi melanggar janjinya untuk berhenti belanja gila-gilaan, bahkan kali ini Jess tidak mampu menghalanginya lagi. Kehamilannya tentu saja merupakan sebuah pasport untuk belanja baginya. Mulai dari tempat tidur bayi dengan harga selangit, kereta bayi sebanyak lima buah untuk setiap acara berbeda dan salah satunya harus berwarna pink, sampai baju pesta bayi yang bermerk pun diborongnya. Tapi bukan Bex namanya kalau dia tidak menginginkan segalanya harus yang paling nomor satu atau harus yang paling populer atau harus yang paling terkenal, glamour, dan segalanya yang berbau ter-, karena itu dia pun memaksa Luke Brandon suaminya, untuk pindah dokter kandungan, yang asalnya ditangani oleh dokter kandungan senior yang yang menurut Bex biasa saja, kemudian pindah ke Venetia Carter, seorang dokter kandungan para selebritis dunia dan supermodel top.

Seperti biasa, kemudian masalah satu demi satu muncul, dokter kandungan yang cantik sempurna yang ternyata mantan pacar Luke dan memiliki hidden agenda terhadap Luke, depstor tempat Bex bekerja yang sepi pembeli, dan masalah pekerjaan Luke yang memiliki klien yang bermasalah, sehingga masalah mencari rumah baru yang wajib ada kamar sepatunya.

Tapi hei! Bex sudah berubah! Kalau dulu belanja dan belanja adalah pengalih pikiran dari permasalahan hidup, sekarang rupanya dia sudah belajar dari kesalahan...

tidak ada yang lebih bisa mengalihkan pikiran dari persoalan hidup selain membicarakan orang yang kita benci (halaman 271)


Seperti biasa juga, kisah si Bex shopaholic ini mengalir begitu saja, mudah diikuti alurnya sekaligus menghibur. Walaupun plot ceritanya masih menggunakan racikan yang sama tapi saya tidak (atau belum) bosan bosannya membaca kisahnya. Tanpa ba-bi-bu saya lahap habis novel ini hanya dalam waktu 5 jam saja, termasuk kilat untuk ukuran saya yang lamban dalam membaca. Dan sekali lagi Kinsella berhasil membuat saya semakin jatuh cinta pada Becky.

Shopaholic & Baby memang bukan bacaan berat atau bacaan yang bisa membuat kita tampak semakin cerdas, smart atau apalah, tapi saya percaya, seseorang yang bisa menulis cerita seringan dan serenyah ini hanyalah orang-orang yang cerdas.. Bravo Kinsella, you're the best!!

Image hosted by Photobucket.com

Perfume: The Story Of A Murderer - Patrick Suskind


Perfume: The Story Of A Murderer
Patrick Suuskind
Dastan Book
436 halaman; 12.5 x 19 cm
Jakarta 2006








Cerita fiksi dengan tema misteri pembunuhan, dengan sejuta trik dan intriknya, karakter sang pembunuh, korbannya dan pahlawan pembongkar misteri, selalu berhasil memukau saya, apalagi jika itu semua dijalin dengan cermat dan detil dengan alur yang teratur, buat saya kombinasi itu semua hasilnya adalah genius, selalu genius.

Begitu pula dengan karakter sang pembunuh, Jean Baptise Grenouille, dalam novel ini dari awal telah dibangun sedemikian rupa (terlalu sedemikian) sehingga saya merasa sedemikian dekatnya, sehingga bisa membangun chemistry dengan Grenouille untuk bisa ikut terobsesi dengan aroma sejagad. Ketegangan-ketegangannya terasa begitu intens, membuat saya bertanya-tanya apa sih yang akan dilakukan oleh si Grenouille-tanpa-bau dengan kompas bau-nya. Bab demi bab saya lalui, tetapi si pembunuh berdarah dingin Grenoille tak kunjung beraksi.

Patrick Suuskind, penulis asal German ini berhasil membuat saya ikut masuk dalam cerita, ikut merasakan ketegangan-ketegangan yang dibuatnya melalui tokoh Grenouille. Hanya dengan caranya bernafas pun, si pembunuh psikopat ini mampu membuat bulu kuduk saya berdiri. Melalui tulisan Suuskind, saya ikut hanyut dalam beribu aroma dan bau yang mengalir begitu mencekam dalam novel ini. Tetapi memang hanya kemisteriusan aroma yang dirasakan oleh seseorang Grenouille yang terobsesi dengannya karena memiliki kelebihan hidung setajam pisau yang tertajam diseluruh dunia yang ditawarkan oleh Suskind sedangkan Intrik pembunuhan dan misteri pembunuhan tidak ada dalam novel ini. Kalau boleh saya simpulkan, novel ini bercerita tentang petualangan seseorang yang tidak memiliki bau tetapi memiliki katajaman penciuman untuk membuat parfum terhebat sejagad dan menaklukkan dunia, tapi apa boleh buat, ternyata senjata penakluk itu sendiri malah menjadi senjata makan tuan.

Setidaknya Suuskind bisa menyelami karakter seseorang yang terobsesi untuk menciptakan bau terindah di dunia dengan tujuan bisa dicintai oleh orang lain. Sebuah karakter yang tak biasa, sulit dan genius. Dan hanyalah seorang genius yang bisa menghidupkan sebuah karakter yang genius.


Image hosted by Photobucket.com

Every Boy’s Got One – Meg Cabot


Every Boys Got One
Semua Pria Pasti Punya
Meg Cabot
Chicklit
Alih Bahasa: Utti Setiawati
Jakarta
PT Gramedia Pustaka Utama
424 halaman, 18 cm
Oktober 2006

Meg Cabot atau Meggin Cabot adalah salah satu penulis chicklit favorit saya setelah Sophie Kinsella dengan serial Shopaholic-nya. Chicklit Cabot yang pertama kali saya baca adalah The Guy Next Door-yang sangat menghibur. Belum lagi penulis kelahiran Bloomington, Indiana ini juga menulis serial remaja The Princess Diaries-kesukaan adik saya-bahkan sudah di filmkan.

Kali ini, cara penulisan Cabot tidak jauh berbeda dengan The Guy Next Door. Alur cerita disusun melalui sekumpulan E-mail dan catatan harian tokoh dalam ceritanya.

Ceritanya sendiri pun berdasarkan pengalaman pribadi Meg Cabot sendiri saat dia menikah. Tapi tentu tidak sama persis.

Berawal dari catatan belanja Jane Harris dan Cal Langdon yang tengah dalam perjalanan menuju Italia untuk memenuhi undangan kawin lari sahabat masing-masing. Jane dan Cal saling tidak mengenal satu sama lain. Jane sebagai pendamping wanita, Holly dan Cal sebagai pendamping pria, Mark. Jane seorang kartunis, dan Cal penulis dan jurnalis. Perjalanan mereka berempat menuju kota impian, Le Marche, Italia dipenuhi kisah pertengkaran kecil sampai besar antara Jane dengan Cal. Tapi rupanya pertengkaran-pertengkaran tersebut menimbulkan rasa-rasa kebersamaan diantara keduanya untuk saling menyelamatkan pernikahan kedua sahabatnya. Rupanya witing trisna jalaran suko kulino juga berlaku disini, timbullah benih-benih rasa suka diantara keduanya. Hanya saja sayang. Salah satu pacar Cal tiba-tiba datang mengacaukan semuanya.

Lucu dan menggemaskan, menjadikan novel ini salah satu hiburan yang cukup menyegarkan untuk dibaca sambil ngabuburit. Belum lagi kisah wondercat dan The Dude. Pencinta kucing pasti suka novel ini.

Image hosted by Photobucket.com

Digital Fortress - Dan Brown

Image hosted by Photobucket.com

Digital Fortress (Benteng Digital)
Dan Brown
PT Serambi Ilmu Semesta
Edisi Soft Cover
Bahasa
567 halaman


‘Quis custodiet ipsos custodes’
(siapa yang akan mengawasi sang pengawas)


Sepertinya Digital Fortress atau Benteng Digital adalah novel ketiga Dan Brown yang telah diterjemahkan oleh Serambi, juga merupakan novel ketiga Dan brown yang saya miliki tetapi justeru yang pertama kali saya baca. Aneh rasanya apabila menyebut nama Dan Brown tanpa mengulas sedikit tentang The Da Vinci Code, Ia adalah penulis novel yang telah menelurkan sebuah novel fenomenal The Da Vinci Code dan telah dinobatkan sebagai penulis buku terlaris abad ini. Bahkan novel fenomenal itu pun telah di filmkan dengan Tom Hanks dan si Cantik Audrey Tatou sebagai leading actors nya. Untuk filmnya tentu saja saya sudah menontonnya di 21.


Tidak jauh berbeda dengan novel terdahulunya, kali ini lagi-lagi Dan Brown banyak bermain dengan sandi, kode, atau ilmu kriptografi. Dengan alur yang sederhana, lamban, rumit, detil dan sedikit menegangkan, novel ini diakhiri dengan multiple klimaks, ketegangan yang berulang. Rupanya itu sudah menjadi ciri khas dari Brown.


Digital Fortress mempunyai seorang tokoh cantik bak malaikat dan genius, Susan Fletcher, kegeniusannya menjadikannya sebagai kepala kriptogafer di NSA, sebuah lembaga rahasia di US. Tetapi kegeniusannya justeru mengantarkan Susan pada sebuah konspirasi terbesar dan berbahaya. Sebuah kode yang diciptakan oleh seorang kriptogafer Jepang yang memiliki dendam terhadap US, telah memporak poranda sistem keamanan US. Kode pamungkas, kuat, berbahaya dan tak terpecahkan harus dihadapi oleh Susan, demi keamanan negara tentunya, walaupun nyawa sang kekasih menjadi taruhannya.


Buku ini boleh juga, sedikit mengajarkan saya bagaimana berbahasa sandi. Jadi selain menghibur, sedikit ilmu kriptografi bisa kita peroleh. Apalagi Dan Brown sepertinya sengaja dengan begitu saja menyertakan sebuah kode sandi angka di halaman belakang buku ini, tertarik memecahkannya? Baca saja, tapi kalau saya, belum tertarik, kecuali ada hadiah gratis novel Dan Brown seumur hidup =p

Image hosted by Photobucket.com

Bordir - Marjane Satrapi

Photobucket - Video and Image Hosting


Embroideries
Novel Grafis
Marjane Satrapi
Alih Bahasa: Tanti Lesmana
Gramedia Pustaka Utama
Dewasa
Bahasa
136 halaman
19 cm


“membicarakan orang di belakang punggung mereka berguna untuk melepaskan unek-unek’


Membicarakan orang, itulah rutinitas Marji dan neneknya dan teman-teman neneknya disaat acara samovar siang sampai malam tiba. Dari ritual samovar itu mengalirlah cerita-cerita (atau lebih pasnya disebut acara ngegosip) yang menarik seputar perempuan dalam hubungan dengan lelaki, khususnya perempuan-perempuan timur tengah lebih tepatnya Iran, yang dari luar tampak ‘aku baik-baik saja’ tetapi ternyata menyimpan segudang kejutan, yang mengalir begitu saja sampai tak terasa setiap halaman sudah selesai saya cubiti.


‘Kau harus sangat berhati-hati dalam memilih calon suami. Jangan menikah mengandalkan hatimu, pakai otakmu’

‘Jangan dengarkan dia! Kau mesti menikah dengan orang yg kaucintai. Aku menikah karena dijodohkan. Akibatnya? Aku tidak pernah tahu arti cinta, sebab cinta adalah lawan akal sehat.’

‘Pernikahan itu seperti main judi; kadang-kadang menang, seringkali kalah. Meski kau sangat mencintai pasanganmu, belum tentu hasilnya selalu bagus.’

‘Ya tapi sementara menunggu pernikahan itu memburuk, kau bisa merasakan kebahagian’

‘Tidak ada gunanya menikah!’


Segar penuh kontroversial, begitulah kiranya kesan saya terhadap novel grafis dewasa karya Marji, atau Marjane Satrapi ini, seorang perempuan kelahiran Iran yang tinggal di Paris. Bisa saja cerita novel setebal 136 halaman ini diilhami oleh kisah kehidupan pribadi sang penulis, karena nama tokohnya seolah-olah memakai nama keluarga Marjane sendiri.

‘...kau sadar, tidak? Pakaian-pakaian kotornya, pakaian dalamnya yang menjijikan, urusan menyetrika sehari-hari, napasnya yang bau, wasirnya yang kadang-kadang kumat, batuk pileknya, belum lagi suasana hatinya kalau sedang buruk..dan marah-marahnya...semua itu untuk istrinya. Saat laki-laki sudah beristri mendatangi pacar gelapnya... pakaiannya selalu licin dan rapi, giginya putih cemerlang, napasnya wangi..suasana hatinya selalu bagus, dia senang bercakap-cakap, dia akan bilang padamu: kau cantik dan cerdas..bersamamu aku tidak pernah bosan...kau luar biasa...mutiara yang langka....dia datang untuk bersenag-senang denganmu’



Dikemas dengan gambar sederhana berwarna hitam putih dan mengena, novel ini tetap mudah dinikmati. Marjane dengan mudahnya membuat saya terhibur, cekikikan sendiri membacanya.


‘Aku bisa mengerti kau menangisi perhiasan-perhiasanmu. Tidak setiap hari kau diberi hadiah emas berkilo-kilo. Tapi mengenai keperawananmu.. berhubung kau sudah menikah dan bercerai, wajar saja kau tidak perawan lagi! Sekarang kau bisa bercinta dng siapa pun yg kau inginkan, dan tidak bakal ada yang tahu! Kan tidak ada meteran di bawah sini!’


Selebihnya baca sendiri aja deh...dijamin, terbengong-bengong, senyum senyum, ketawa-ketiwi, dan cekikikan gak jelas...


Image hosted by Photobucket.com

Cerita Pendek Tentang Cerita Cinta Pendek - Djenar Maesa Ayu


Cerita Pendek Tentang Cerita Cinta Pendek
Kumpulan Cerpen
Djenar Maesa Ayu
Gramedia Pustaka Utama
Bahasa
Cetakan Kedua; Januari 2006
117 halaman
Soft cover

Tiap malam ia menempelkan telinganya lekat-lekat ke dinding. Bulu-bulunya merinding. Mengeras pula kedua puting. Dan jantung berdetak keras seperti orang yang pertama kali bungy jumping’

Kumpulan cerpen Cerita Pendek Tentang Cerita Pendek sebenarnya Djenar. Saya suka sekali dengan cara penulisan dan pemilihan kata. Hampir semuanya berirama dan tak terlihat itu disengaja, seolah begitu adanya, sama seperti judulnya, it rhymes.

Walau pun begitu, tema-tema yang diangkat dalam 16 cerpennya hampir semuanya bertemakan tentang cinta gelap. Suka tidaknya akan tema tentu bergantung pada selera. Jujur saya lebih suka pada ‘Mereka Bilang Saya Monyet’ dibandingkan dengan kumpulan cerpen Djenar kali ini. Memang sih sebelumnya sudah diperingatkan oleh penerbit,



PERINGATAN PENERBIT
Buku ini hanya untuk pembaca dewasa dan terlarang untuk pembaca yang merasa mengerti tentang cinta




Saya sudah dewasa belum juga tidak merasa mengerti akan cinta, akan tetapi tetap tidak membuat saya tergila-gila akan cerita di kumpulan cerpen Djenar kali ini.

Tapi sekali lagi yang perlu diingat, penulisan Djenar makin matang, dewasa dan keren banget gitu lhoh!!!

Image hosted by Photobucket.com

Filosofi Kopi - Dee



Filosofi Kopi
Kumpulan Cerita dan Prosa Satu Dekade
Dee
Truedee Books dan Gagas Media
Bahasa
Cetakan I: Februari 2006
134 halaman
Soft Cover

‘ Sebuah hubungan yang dibiarkan tumbuh tanpa keteraturan akan menjadi hantu yang tidak menjejak bumi, dan alasan cinta yang tadinya diagungkan bisa berubah menjadi utang moral, investasi waktu, perasaan, serta perdagangan kalkulatif antara dua pihak.
Cinta butuh dipelihara. Bahwa di dalam di dalam sepak-terjang-nya yang serba mengejutkan, cinta ternyata masih butuh mekanisme agar mampu bertahan.
Cinta jangan selalu ditempatkan sebagai iming-iming besar, atau seperti ranjau yang tahu-tahu meledakkanmu-entah kapan dan kenapa. Cinta yang sudah dipilih sebaiknya diikutkan di setiap langkah kaki, merekatkan jemari, dan berjalanlah kalian bergandengan.....karena cinta adalah mengalami.’

Filosofi Kopi, kumpulan cerita dan prosa karya Dee ini terdiri dari 18 cerita dan prosa; Filosofi Kopi, Mencari Herman, Surat Yang Tak Pernah Sampai, Salju Gurun, Kunci Hati, Selagi Kau Lelap, Sikat Gigi, Jembatan Zaman, Kuda Liar, Sepotong Kue Kuning, Diam, Cuaca, Lara Lana, Lilin Merah, Spasi, Cetak Biru, Buddha Bar, Rico de Coro. Yang ditulis dan dikumpulkan selama satu dekade. Temanya bermacam-macam tapi Dee mengaku bahwa cinta tetap menjadi topik favoritnya. Bukan hanya cinta antara dua insan, tetapi cinta yang bertranformasi. Misalnya cinta sang barista akan kopi atau bahkan cinta antar kecoa. Saya pikir Filosofi Kopi dan Sikat Gigi sangat unik walaupun favorit saya adalah Surat Yang Tak Pernah Sampai dan Rico de Coro. Khusus judul yang terakhir ini sedikit mengingatkan saya terhadap The Tale of Despereaux-nya Kate DiCamillo tetapi dengan cerita yang lebih menggemaskan dan bumbu yang lebih segar dengan akhir yang tragis, dan bahkan salah seorang teman saya berkomentar lewat sms, “Rico de Coro keren!”. Intinya semua tulisan Dee disini mengajak kita berimajinasi dengan pikiran kita sendiri, berfikir, dan kemudian tersenyum atau bahkan menitikkan air mata, menyentuh hati.

Goenawan Mohammad berujar, “Dee memikat pada ritme kalimat. Kalimatnya berhenti atau terus bukan hanya karena isinya selesai atau belum, tapi karena pada momen yang tepat ia menyentuh, mengejutkan, membuat kita senyum, atau memesona.” Kepekaan Dee memang sangat memikat. Ceritanya berwujud menjadi sebuah sandiwara kecil dalam imaginasi saya, walau di sekali cerita Dee kurang konsisten dalam penokohan karakter di satu episode cerita filosofi kopi, dan membuat pementasan sandiwara kecil dalam imaginasi saya sedikit tersendat-sendat, namun hal itu tidak terlalu berarti memang, karena hanya sedikit tersendat, kemudian mengalir lagi dengan indah, lugas, dan cerdas! Cerkas lebih tepatnya, kalau lagi-lagi boleh meminjam istilah dari Bapak Goenawan Mohammad.

‘Pohon besar tumbuh mendekati langit dan menjauhi tanah. Ia merasa telah melihat segala dari ketinggiannya. Namun masih ingatkah ia dengan sepetak tanah mungil waktu masih kerdil dulu? Masih pahamkah ia akan semesta kecil ketika semut serdadu bagaikan kereta raksasa dan setetes embun seolah bola kaca dari surga, tatkala ia tak peduli akan pola awan di langit dan tak kenal tiang listrik?’

Image hosted by Photobucket.com

Mr Maybe - Jane Green






Mr Maybe
Jane Green
Gramedia
Bahasa
536 halaman

Pernah mengalami dilema harus memilih diantara dua orang lelaki? Kalau ya, berarti kamu senasib dengan Libby Mason. Libby kebingungan harus memilih satu diantara dua lelaki , siapakah yang paling cocok menjadi suaminya?

Libby beranggapan, Mr Right haruslah lelaki berkantong tebal, mapan tentunya, dan berkedudukan. Berbeda dengan pacarnya yang sekarang, Nick. Bagi Libby, Nick hanyalah seorang lelaki tampan tapi kere, bukanlah Mr Right tapi hanya sebagai Mr Maybe, atau selingan, Libby yakin dia tidak akan jatuh cinta padanya. Walau pun pada kenyataannya Nick adalah lelaki penyayang dan bisa membuatnya tertawa.

Tentu saja, masalah datang saat lelaki impian berkantong tebal, mapan, dan berkedudukan datang mendekati Libby. Dia adalah Ed Mc Mann. Tetapi benarkah Ed sang MR Right?! Hanya Libby yang tahu..

Namun demikian, kurasa kau tidak bisa memilih mau suka pada siapa’

Segar, ringan khas chicklit tetapi dalam khas Jane Green dengan Jemima Jones-nya. Alurnya lamban tapi pasti, dan nggak bikin ngantuk.




Image hosted by Photobucket.com

The Real Dezperate Housewives-Asma Nadia, dkk


The Real Dezperate Housewives
Seri Edu-Moms
Asma Nadia, dkk.
Lingkar Pena
249 halaman






“We all have the moments of deperation, (Marry Alice, Desperate Housewives)”


Terinspirasi oleh quote dari serial tv Desperate Housewives yang baru saja ditayangkan oleh salah satu televisi swasta kita, Asma Nadia dan teman-temannya, sesama ibu-ibu rumah tangga (para superMom) mengumpulkan tulisan sedikit pengalaman mereka selama menjadi seorang ibu, seorang istri, menantu dan seorang anak. Berupa kumpulan cerita yang berkisahkan tentang masa-masa sulit menjadi seorang ibu. Beberapa ditulis menjadi sebuah masa sulit tetapi lucu, misalnya Insiden-Insiden Kecil Itu kisah dari Hj. Insana Malik dan beberapa membuat saya tidak tega untuk membacanya, Kemerlip Langitku dikisahkan oleh Pipiet Senja, dan juga membuat saya terkagum-kagum, Super Mom dikisahkan oleh Nadhira Khalid Bathef, dan masih ada 13 kisah pengalaman-pengalaman super mom yang lain yang dibukukan menjadi satu dalam buku berkover dengan warna ceria walaupun anak-anak yang digambar menangis semua.

“Positive Thinking, melihat semua dari sisi baiknya dan ambil hikmahnya. Kalau pikiran masih kusut juga, saya kembali mengingat komitmen awal menikah adalah ibadah”

Pada intinya The Real Dezperate Housewives bercerita kalau manusia ya tetaplah manusia, akan mustahil menuntut kesempurnaan darinya, tulang boleh sama putih, tetapi rambut kan sudah beda warna, begitu pun pemikirannya, keinginan, dan motivasi manusia jadi berbeda beda. Karena itu wajar saja dalam setiap pelaku rumah tangga terjadi sedikit benturan, hanya saja bagaimana kita menghadapinya.
Akhirnya, saya rasa buku ini bagus kok! Banyak sekali hikmah yang bisa saya ambil dari buku ini, untuk menjadi bekal nanti kalau sudah berumah tangga.

Image hosted by Photobucket.com

Perjalanan Mata dan Hati - Prima Rusdi


Perjalanan Mata dan Hati
(Kumpulan tulisan Prima Rusdi untuk Cosmogirl Indonesia 2002-2003)
Prima Rusdi
Terrant Books
150 halaman








“Kalau kamu pikir yang bisa terkena polusi hanya air atau udara, silakan berpikir lagi”

Perjalanan Mata dan Hati adalah sebuah kumpulan tulisan Prima Rusdi untuk sebuah majalah ABG, Cosmogirl Indonesia dari tahun 2002 sampai tahun 2003. Otomatis buku ini sebenarnya ditujukan untuk ABG. Awalnya merasa salah beli, karena saya merasa saya bukan ABG lagi. Tetapi setelah membuka dan membacanya, rasa salah beli tadi berubah menjadi rasa kagum.

Penyajian tulisan di buku ini tidak biasa, menarik kalau boleh saya bilang. Karena kumpulan tulisan ini tidak hanya berisi tulisan tapi juga banyak menampilkan gambar. Bermacam gambar yang menarik yang menghiasi tulisan di buku ini, bukan gambar seperti pada novel grafis pada umumnya, tetapi gambar yang mewakili tulisan sebagai pemanis, sehingga disain penyajiannya menjadi salah satu daya tarik utama buku ini. Kalau saja gambar-gambar itu tidak ada mungkin buku ini akan kurang menarik dan kurang dilihat, dan akan menjadi sangat tipis sekali. Mulai dari foto etalase sebuah salon, sobekan kertas koran, kloset dengan dinding penuh coretan, sampai gambar laut pun ada. Seolah benar-benar ingin memperlihatkan perjalanan mata dan hati penulis.

Prima Rusdi adalah salah satu penulis cerita film layar lebar Ada Apa Dengan Cinta, dan co-writer Eliana Eliana. Lahir di Gottingen, Jerman besar di Jakarta. Dengan latar belakang itu mungkin, satu judul tulisan di buku ini ditulis dengan model seperti skenario film. Bukan hanya berisikan cerita pendek, tetapi pada intinya kumpulan tulisan di buku ini kurang lebih adalah panduan bagaimana menjadi seorang remaja yang oke punya.

“kesimpulannya, mulailah menghargai orang lain, siapapun dia tanpa terkecuali. Sesederhana itulah inti ‘merdeka’ yang untuk hari ini bisa diartikan sebagai saling menghargai antar manusia. Jadi, selalu gunakan mata dan hati saat bertindak dan mudah-mudahan kamu pun siap senantiasa jadi orang ‘merdeka’”

Image hosted by Photobucket.comImage hosted by Photobucket.comImage hosted by Photobucket.com

The Ex-Files-Jane Moore

The EX-FILES, Mantan-Mantan Tersayang
Jane Moore
PT. Gramedia Pustaka Utama
446 halaman






...tapi kadang-kadang kau harus bertemu orang yang salah untuk mengetahui siapa yang tepat untukmu...

Berkisah tentang seorang model, Fay Parker yang telah bertunangan dan akan menikah seminggu lagi. tetapi seorang pria ganteng tak dikenal disebuah bar telah membuatnya terpikat dan nyaris saja terjadi 'sesuatu' di antara mereka malam itu. seminggu kemudian, wedding day tiba. tak disangka, pria ganteng seminggu yang lalu ikut hadir! guess who?! dia adalah kakak dari tunangan Fay!

cukup menghibur, walaupun awalnya menebak novel ini agak-agak berbau komedi romantis. tapi nyatanya sama sekali tidak, bahkan perlu siap2 tissue..
Image hosted by Photobucket.comImage hosted by Photobucket.comImage hosted by Photobucket.com

the other bookstorian nita# kupunyabuku# chihiro's box# kw# mitora in reviews# alpha# ferina# iboekoe# klub sastra bentang# kobo# h_tanzil# bacaan-ally# evolia# mimimama# pohon kata kata# nita# Bookstores buku kita# kutu buku# kios buku# ini buku# buku bekas#