Travelers' Tale, Belok Kanan: Barcelona - Adhitya Mulya, dkk


Travelers' Tale Belok Kanan : Barcelona
Adhitya Mulya; Alaya Setya; Imam Hidajat; Ninit Yunita
Sebuah Novel
Gagas Media
Jakarta 2007
X+230 halaman; 13 x 19 cm

Adalah Francis, Farah, Jusuf dan Retno. Empat orang yang telah bersahabat sejak sekolah dasar hingga mereka dewasa, bahkan luasnya lautan dan benua pun tidak memutuskan tali persahabatan mereka. Sampai suatu ketika, Francis yang selama ini (dan masih) mencintai Retno tiba-tiba mengirimkan undangan pernikahannya kepada mereka bertiga, undangan pernikahan bukan dengan Retno. Farah yang sejak kecil suka Francis bertekad menghentikan pernikahan itu, Jusuf pun menjadi kalang kabut mendengar Farah, the love of his life, akan ke Barcelona untuk menghentikan pernikahan Francis untuk menyatakan cintanya pada Francis….dan Retno yang baru saja putus dari Jesper, memutuskan untuk datang ke pernikahan Francis, Retno pun ternyata diam-diam menaruh harap pada Francis walaupun telah dua kali menolak cinta Francis. Seperti benang kusut kisah cinta segiempat antara empat sahabat ini menjadi inti cerita dari novel yang memiliki background banyak kota dari banyak negara.

Kisah cintanya boleh kusut, tapi kisah perjalanan keempat tokohnya memberikan suatu petualangan lain yang membuat alur cerita menjadi semakin menarik dan memberikan banyak hal baru buat saya yang belum pernah going abroad sejauh itu. Selain itu, dengan adanya empat penulis, setiap karakter jadi semakin terasa lebih hidup, berbeda satu dengan yang lain, dan favorit saya tentu adalah Si Ucup ganteng yang lucu nan garink, "LOOK! FLYING COW!" hehehe… novel ini lucu, ringan, segar, dan iya memang benar, asyik! Saya suka novel ini.

Image hosted by Photobucket.com

Hello Darkness - Sandra Brown


Hello, Darkness
(Selamat Datang Kegelapan)
Sandra Brown
Novel Dewasa
Alih Bahasa: Monica Dwi Chresnayani
PT. Gramedia Pustaka Utama
Jakarta
2007
648 halaman; 18 cm
Bahasa

Pusing membaca novel The Unbearable Lightness Of being-nya Milan Kundera, saya mengalihkan perhatian pada novel ini. Ini untuk kedua kalinya saya menghentikan membaca Kundera, pertama dengan novel grafis kemarin, sekarang dengan novel dewasa cerita detektip ala Sandra Brown ini.

Dua ratus halaman lebih tebal dari Kundera, buku ini bisa saya selesaikan dalam waktu dua hari, berbeda dengan Kundera, sudah tiga minggu lebih tapi belum juga rampung. [hmm selama itu yaa…]


Alkisah, seorang psikopat yang menamai dirinya dengan sebutan Valentino mengancam seorang penyiar radio wanita ternama yang misterius, Paris Gibson. Isi ancamannya dia akan membunuh kekasihnya dalam waktu 72 jam, dan jika Paris tidak berhasil menyelamatkannya, maka nyawa Paris lah yang akan menjadi sasaran berikutnya.

Ternyata setiap kali saya membaca novel misteri pembunuhan hampir semua tebakan saya mengenai siapa the bad guy nya selalu benar. Apalagi setelah membaca karya tulisan penulis tersebut beberapa kali. Misalnya novel Mary Higgins Clark. Tidak perlu banyak berpikir, cukup mencari seorang tokoh yang alibinya tidak dipertanyakan, tidak punya motif dan yang kesannya sedikit banyak menolong tokoh utamanya, seringkali dialah pembunuh misterius yang dicari-cari. Begitu pun dengan Novel Brown kali ini. Berbeda sekali dengan novel misteri serial Sherlock Holmes, Alfred Hitchcock, dan Agatha Christie.

Tapi cukuplah mengobati kepuyengan saya membaca novel Kundera, ringan dengan alur yang jelas dan mengalir mudah saya ikuti..namun kalau tertarik untuk membaca novel ini, sebaiknya pinjam saja yaa… [yaa kecuali penggila buku seperti saya].

Image hosted by Photobucket.com

Different Ugliness, Different Madness - Marc Males


Different Ugliness, Different Madness
Balada Seorang Penyiar
Marc Males
Sebuah Novel Grafis
PT Gramedia Pustaka Utama
2007
128 halaman, 6.5 mm
Bahasa



Ini adalah novel grafis yang ketiga yang telah saya baca dan ceritakan di sini. Dengan gambar berwarna hitam putih dan klasik, seperti membaca komik-komik Nina jaman dulu (bedanya komik Nina berwarna), novel garfis ini diterjemahkan dari bahasa Prancis. Terasa sekali bedanya, membaca komik barat (eropa dan amrik punya) dengan komik jepang (manga). Manga kita benar-benar dimanjakan dengan ekspresi dan ornamen - ornamen gambar yang mendukung situasi yang terjadi dalam cerita. Dibandingkan dengan manga, novel grafis ini terasa miskin sekali ornamen-ornamen yang mendukung emosi dari cerita, sehingga saya harus bekerja keras untuk tenggelam dalam cerita.

Namun begitu, kesan klasik sangatlah terasa, didukung dengan setting tahun 30an, cerita bergambar ini mengisahkan tentang seorang penyiar yang menghilang dan kemudian menyendiri karena merasa sangatlah buruk rupa, tidak tahan dengan wajahnya sendiri, bahkan dalam rumahnya dengan sengaja tak satupun cermin dipasangnya. Bertemu dengan orang adalah ketakutan terbesar dalam dirinya. Berbeda ketika dia bertemu dengan seorang Helen, yang cantik, namun tenggelam dalam kesedihan kematian saudara kembarnya, Mary, yang kemudian membuat helen seolah memiliki dua kepribadian ganda, mary hidup dalam diri helen. Kesedihan Helen memikat hati si buruk rupa, Llyod Goodman, dan kesedihan Llyoid membuat helen merasa hanyalah Llyoid lah satu-satunya yang bisa mengerti kesedihannya. Kemudian keduanya pun jatuh cinta…

Ya, its another love story. Kisah cinta yang tidak harus memiliki, kisah cinta dengan happy ending yang berbeda. Sedih tapi happy ending dan hmm..kalau boleh saya bilang, cerita yang menyentuh.

Image hosted by Photobucket.com

the other bookstorian nita# kupunyabuku# chihiro's box# kw# mitora in reviews# alpha# ferina# iboekoe# klub sastra bentang# kobo# h_tanzil# bacaan-ally# evolia# mimimama# pohon kata kata# nita# Bookstores buku kita# kutu buku# kios buku# ini buku# buku bekas#