For One More Day - Mitch Albom

For One More Day
Mitch Albom
Hyperion
New York
2006
Inggris
197 halaman
Non fiksi
www.foronemoreday.com


"This is a story about family - to my family, those before me, those after me, and those all around me." -Mitch Albom-

Setelah Tuesdays With Morrie, ini adalah buku kedua Albom yang saya baca. Mitch Albom adalah seorang kolumnis olahraga nomor satu di Amerika, mantan musisi profesional dan pembawa acara sebuah radio di Amrik sana. Selain Tuesdays with Morrie, Albom juga menulis Bo, Fab Five, dan The Five People you meet in Heaven, yang juga telah menjadi Internasional best seller. Well, hanya dua yang telah saya baca dan dari keduanya, saya suka semuanya..

"when a lost loved one appears before you, it 's your brain that fights it, not your heart"


Kali ini, for one more day menceritakan tentang seorang Charles "chick" Benetto, mantan pemain Baseball profesional, dan seorang hantu. Sejak kecil Chick dilatih dengan keras untuk menjadi pemain baseball oleh ayahnya, kerasnya didikan sang ayah, membuat Chick haus akan kasih sayang ayah dan selalu ingin menyenangkan hati ayahnya, sehingga baseball menjadi satu-satunya dunia yang Chick ketahui, karena hanya dengan baseball dia bisa 'berbicara' dengan ayahnya.

" I could still hear his words, forcing my decision: mama's boy or daddy's boy, Chick? What's it gonna be?"


Dan suatu hari, tanpa meninggalkan pesan sepatah pun, ayah Chick pergi begitu saja meninggalkannya, adiknya, dan ibunya. Sejak itu, Chick diam-diam menyalahkan ibunya atas kepergian sang ayah. Semua yang dilakukan ibunya adalah salah di mata Chick, sampai akhirnya sang ibu meninggal, pertemuan terakhir mereka pun diakhiri pertengkaran.

"I hope you never hear those words. Your mom. She died. They are different than other words. They are too big to fit in your ears. They belong to some strange, heavy, powerful language that pounds away at the side of your head, a wrecking ball coming at you again and again, until finally, the words crack a hole large enough to fit inside your brain. And in so doing, they split you apart."


For one more day, menceritakan tentang kesempatan kedua, a second chance. - if you had the chance, just one chance, to go back and fix what you did wrong in life, would you take it?- kali ini Chick, entah dalam alam sadarnya atau dalam alam mimpinya mendapatkan kesempatan itu, memperbaiki kesalahan-kesalahan yang telah dilakukan terhadap hidupnya, terhadap ibunya. Seorang ibu yang berjuta-juta kali berkorban untuk mendukungnya…

"Have you ever dreamt of someone who's gone, Charley, but in the dream you have a new conversation? The world you enter then is not so far from the world I'm in now"



Sekali lagi, Mitch berhasil membuat saya ikut hanyut dalam dunia keputus -asaan Chick, tersentuh, terharu dan tersedu-sedu. Kisah nyata yang sederhana namun tidak biasa, karena tidak semua orang bisa memiliki kesempatan kedua...

"...and I realized when you look at your mother, you are looking at the purest love will ever know"



bintang empat setengah

Shit Happens (gue yang ogah kawin, kok elo yang rese?) - Christian Simamora & Windy Ariestanty

Shit Happens, gue yang ogah kawin, kok elo yang rese?
Christian Simamora dan Windy Ariestanty
GagasMedia
Jakarta
2007
290 halaman
Bahasa
Semacam Novel dewasa








"well, shit happens, but life still must go on, right?"



Tiga orang manusia, Lula, Langit dan Sebastian yang senasib. Sama-sama dikejar-kejar deadline dan pertanyaan, kapan nikah?

Lula si ratu sinis, jurnalis yang merasa cantik desperate cari cowok, karena Rachmat, her university sweetheart mau menikah, menurut Lula dengan menggandeng cowo keren ke acara pernikannya itu bisa menyelamatkan mukanya, tapi saat sang prince charming muncul dan mulai mengajaknya berkomitmen, Lula malah kabuur…

Sebastian, penulis novel teenlit cowo lajang yang meriah. Tidak menyadari kalau dia gay saat Lula menuduhnya Gay, namun berkat sebuah tes dan seorang steve, Seb akhirnya ngaku juga kalau dia sebenarnya uhm…satu selera sama Lula. Memacari seorang cewe supaya bisa sembuh dari penyakitnya…

"..don't stay to much longer in front of one door that already closed. You can't see that the other door has opened for you.."

Langit, seorang editor lajang. Masih belum memutuskan untuk menjadi cowo atau cewe. Tapi setidak pernah menjadi cewe, jatuh cinta dan kemudian dikhianati. Cowonya selingkuh dengan cowo lain..pengalaman bersaing dengan cowo, mungkin itu yang membuat Langit merasa bingung untuk tetap menjadi cewe atau berubah menjadi cowo. Want to have a baby but don’t want a hubby. Tapi justru karakter Langit lah yang saya suka, Langit Unik, tidak biasa, sekaligus biasa disaat bersamaan. Oke, unik di sini bukan berarti tidak keren lho yaa…

Shit happens ceritanya biasa mengalir begitu saja, berubah-ubah sudut pandang cerita membuat kita semakin mudah memahami setiap karakter di dalamnya. Yang saya suka adalah dialognya, gak bosenin, sumtimes bikin tertawa-tawa sendiri.. Tapi, hehe iya ada tapinya. Novel ini bukan teenlit! (siapa juga yang bilang ini teenlit) Bener-bener deh, adegan mesra-mesraan di otak dan dalam cerita sebastian (sesama cowo), sungguh bukan konsumsi buat remaja…..


Image hosted by Photobucket.com

How To Be Idle - Tom Hodgkinson

How To Be Idle
Tom Hodgkinson
Penguin Group
England
Inggris
285 halaman
2004













Doing nothing, however, is hard work, as Oscar Wilde pointed out


Bukan 'bagaimana menjadi idola' tetapi 'bagaimana menjadi pemalas'. Di awali dengan chapter '8 am waking up is hard to do' buku ini ditulis oleh Tom Hodgkinson bukanlah hanya untuk main-main semata. Melainkan memiliki tujuan untuk menyerang budaya kerja di dunia barat yang seolah tak kenal lelah sehingga memperbudak, mendemoralisasi dan membuat banyak orang menjadi depresi. Oleh karena itu melalui buku ini Hodgkinson ingin mengajak pembacanya untuk merayakan kemalasan sekaligus mengajak dunia untuk bermalas-malasan.

Being idle is about being free, and not just being free to choose between Mc Donald's and Burger King or Volvo and Saab. It is about being free to live the lives we want to lead, free from bosses, wages, commuting, consuming and debt. Being idle is about fun, pleasure and joy.


Buku ini tersusun menarik, dengan sampul hard cover dan chapter yang diawali dengan tanda waktu, misalnya chapter satu, '8 a.m.:waking up is Hard to Do' sampai chapter akhir '7 a.m.: A Waking Dream'. Setiap chapter selalu diawali dengan sebait puisi-puisi ternama yang menggambarkan dan mendukung gerakan kemalasan ini. Saya pun bingung mengkategorikan buku ini, apakah termasuk pada satu buku psikologi populer? Ataukah buku kumpulan puisi? Karena banyak sekali puisi di dalamnya, puisi-puisi yang mendukung teori kemalasan tentunya.

Saya sendiri, tidak perlu buku ini sudah menjadi pemalas, apalagi setelah membaca buku ini pasti akan membenarkan kemalasan saya selama ini, namun tidak begitu maksud buku ini. Malas yang dimaksudkan oleh Hodgkinson adalah malas untuk hidup selamanya menjadi boneka orang lain, melainkan menjadi seseorang yang bebas, bebas melakukan apa saja apa yang diinginkan, bekerja tetap produktif tapi dengan pekerjaan disukainya tanpa harus diperintah atau menjadi boneka orang lain. Contoh pekerjaan malas-malasan yang justeru mendatangkan kesuksesan besar adalah JK Rowling, dia sedang melamun di kereta kemudian menemukan ide untuk menulis cerita Harry Potter. Kerja keras Rowling menciptakan Harry Potter dilakukan dengan senang hati, itulah maksud Idler sebenarnya dalam buku ini.

Tom Hodgkinson adalah seorang idler, juga seorang editor di sebuah majalah, masih sering menulis artikel sesering ia pergi ke pesta, lahir tahun 1968, menemukan teori idler di tahun 1993 dan sekarang tinggal di Devon.

I have a dream. It is called love, anarchy, freedom. It is called being idle.



Image hosted by Photobucket.com

the other bookstorian nita# kupunyabuku# chihiro's box# kw# mitora in reviews# alpha# ferina# iboekoe# klub sastra bentang# kobo# h_tanzil# bacaan-ally# evolia# mimimama# pohon kata kata# nita# Bookstores buku kita# kutu buku# kios buku# ini buku# buku bekas#